Persamaan Akuntansi dan Artinya Bagi Investor

Akuntansi merupakan proses pencatatan seluruh transaksi keuangan suatu perusahaan/emiten dalam suatu periode sesuai dengan standar yang berlaku. Standar yang dimaksud disini adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk Indonesia atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) untuk standar internasional. Output dari Akuntansi adalah laporan keuangan (financial statements). Secara internasional, standar laporan keuangan diatur dalam International Financial Reporting Standard (IFRS).

Persamaan akuntansi yang dimaksud adalah “Aset = Hutang + Modal”, atau “Assets = Liabilities + Equity.” Aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan/emiten. Merujuk ke persamaan tersebut, kekayaan/assets yang diperoleh perusahaan/emiten tersebut berasal dari hutang dan modal. Hutang/liabilities tersebut merepresentasikan hak kreditur. Sedangkan modal/equity merepresentasikan hak pemilik modal (shareholders). Oleh karena itu, dalam hal suatu emiten/perusahaan dilikuidasi, maka kreditur/creditor mempunyai hak pertama untuk memperoleh pelunasan dari hasil penjualan aset perusahaan yang dilikuidasi perusahaan tersebut. Sedangkan investor memperoleh ganti rugi dari hasil penjualan harta perusahaan setelah kreditur memperoleh pelunasan atas piutang yang mereka miliki. Dengan demikian, investor mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada kreditur dalam berinvestasi dalam perusahaan/emiten yang sama.

Misalnya, suatu perusahaan mempunyai: aset senilai Rp1.000.000.000,- hutang senilai Rp400.000.000,- dan modal senilai Rp600.000.000,-. Dengan demikian, rasio hutang terhadap modal/ekuitasnya (DER) adalah 400.000.000/600.000.000 = 0,7x. Dari komposisi tersebut dapat diketahui bahwa kekayaan perusahaan lebih banyak dihasilkan dari modal/ekuitas (shareholders) daripada hutang/liabilitas. Kondisi perusahaan ini cukup bagus karena DER-nya <1.

Jika suatu perusahaan mempunyai: aset senilai Rp1.000.000.000,- hutang senilai Rp600.000.000,- dan modal senilai Rp400.000.000,-. Dengan demikian, rasio hutang terhadap modal/ekuitasnya (DER) adalah 600.000.000/400.000.000 = 1,5x. Dari komposisi tersebut dapat diketahui bahwa kekayaan perusahaan lebih banyak dihasilkan dari hutang/liabilitas (creditors) daripada modal/ekuitas. Kondisi perusahaan ini tidak bagus karena DER-nya >1. Kondisi ini secara implisit mengatakan bahwa ada biaya bunga dalam jumlah signifikan yang harus dibayar oleh perusahaan. Biaya bunga ini membebani kinerja perusahaan karena harus dibayar (mengurangi) dari laba perusahaan.

Selanjutnya, sebagaimana praktik bisnis yang biasa terjadi, dalam jual beli, setiap orang berusaha mencari keuntungan lewat harga beli yang lebih rendah (pembeli) atau harga jual yang lebih tinggi (penjual). Dalam kasus likuidasi perusahaan, pembeli mempunyai kedudukan yang lebih baik daripada penjual karena penjual harus menjual seluruh asetnya pada harga berapapun sehingga hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk membayar kewajiban-kewajibannya kepada kediturnya. Oleh karena itu sangat wajar jika, pada contoh persamaan akuntansi suatu perusahaan di atas, nilai aset senilai Rp1 milyar akan dibayar oleh pembeli dengan nilai di bawah 1 milyar sehingga sangat mungkin investor akan menerima ganti rugi lebih kecil daripada nilai investasinya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s