Analisa Teknikal (Chart) Saham Semen Indonesia (SMGR)

SMGR atau PT Semen Indonesia (Persero) merupakan salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang industri semen yang berpusat di Gresik (sebelumnya PT Semen Gresik). Profil lebih lanjut tentang emiten ini tersedia pada link ini.

Berikut ini disajikan chart saham SMGR per penutupan hari ini dengan jangka waktu 150 hari ke belakang (sebelumnya).

smgr

Chart di atas memberikan beberapa informasi, yaitu:

1. Candlestick terakhir merupakan candle putih/biru dengan badan penuh (tanpa ekor). Dalam jangka pendek, candle ini mengindikasikan potensi kenaikan harga ke depannya. Harga juga berhasil ditutup di atas (breakout) garis MA200-nya sehingga harga penutupan berada di atas semua garis MA-nya. Breakout ini mengindikasikan perubahan trend ke depannya menjadi uptrend.

2. Indikator Bollingerband menunjukkan bahwa harga telah menembus (di luar) upperband-nya. Hal ini mengindikasikan bahwa harga berada dalam kondisi overbought sehingga dalam jangka pendek harga akan cenderung turun sedikit untuk masuk dulu ke dalam area Bollingerband-nya.

3. Garis RSI berada di angka 50, berpotongan ke atas (golden cross), dan condong ke atas. Hal ini mengindikasikan potensi kenaikan harga ke depannya.

4. Garis MACD berada di atas angka 0 yang mengindikasikan bahwa harga akan bergerak cenderung positif ke depannya.

5. Garis VMA yang cenderung flat mengindikasikan bahwa pergerakan harga yang positif belum didukung oleh kenaikan volume perdagangan.

Opini:
Dalam jangka pendek harga SMGR akan bergerak dengan kecenderungan positif (naik). Harga diharapkan dapat ditutup di atas (breakout) 9.650. Resisten (R1) berada di area 10.000-10.275 sedangkan support (S1) berada di area 9.500-9.650. Indikator Bollingerband yang menunjukkan harga sudah overbought mengindikasikan bahwa ada potensi harga akan turun dulu untuk kemudian naik kembali. Penembusan (breakout) area resistennya (R1) merupakan konfirmasi bahwa harga SMGR akan cenderung (stabil) naik. Strategi yang dapat digunakan adalah Buy on Closing (BoC) yaitu beli di sekitar harga penutupan kemaren (lebih murah cenderung lebih baik).

Catatan (disclaimer):
Tulisan ini hanyalah sekedar pendapat penulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, oleh karenanya merupakan referensi tambahan saja. Seperti layaknya sebuah opini, pendapat penulis belum tentu akurat. Oleh karena itu, setiap keputusan beli (buy), tahan (hold), atau jual (sell) sepenuhnya berada pada masing-masing investor/trader. Dengan demikian masing-masing investor/trader bertanggung jawab sepenuhnya atas keputusan yang dibuat/diambilnya. It’s your money, it’s your action, thus it is fully your own responsibility. Good luck!

Contact: Tweet to @LowFreqTrading

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s