Analisa teknikal (Chart) saham Sri Rejeki Isman (SRIL)

sril

SRIL atau PT Sri Rejeki Isman Tbk merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang spinning, weaving, dyeing, printing, finishing of fabric and manufacturing of garments. The Company started its commercial operations in 1978. Profil lebih lanjut tentang emiten ini tersedia pada link ini.

Berikut ini disajikan chart dari saham SRIL per penutupan kemaren dengan jangka waktu 150 hari ke belakang (sebelumnya).

sril-chart

Chart di atas memberikan beberapa informasi, yaitu:

1. Tiga candlestick terakhir menunjukkan formasi “three white soldiers” dengan badan candle yang cukup besar mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek potensi kenaikan
harga saham ini akan cenderung berlanjut. Garis MA-5, 21, dan 55 yang secara berturut-turut terletak dari atas ke bawah cenderung mengkonfirmasi potensi kenaikan harga saham ini ke depannya.

2. Harga SRIL ditutup di luar upperband indikator Bollingerband (overbought). Hal ini mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek harga saham ini berpotensi turun terlebih
dahulu untuk masuk ke dalam Bollingerband-nya untuk kemudian melanjutkan kenaikannya. Kecenderungan ini dikonfirmasi oleh indikator RSI yang berada di atas angka 70 (overbought).

3. Garis MACD berada di atas angka 0 dan mengarah ke atas mengindikasikan bahwa harga akan bergerak cenderung positif (naik) ke depannya.

4. Garis VMA pendek yang berada di atas VMA yang lebih panjang mengindikasikan terjadinya kenaikan volume (appetite) perdagangan.

Opini:
Resisten (R1) minor berada di kisaran 314-324, sedangkan support minornya (S1) berada di kisaran 304-300. Resisten (mojor) berikutnya (R2) berada di area 350-354, sedangkan
support (major) berikutnya (S2) berada di kisaran 290-280. Jika melihat indikator RSI, MACD, candlestick, garis MAs, dan VMA, trend kenaikan harga SRIL berpotensi untuk terus berlanjut. Namun, indikator RSI dan Bollingerband yang sudah overbought mengindikasikan ada kecenderungan untuk terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek. Breakout R2 atau breakdown S2 cenderung menentukan apakah trend SRIL akan bullish atau kembali bearish.

Catatan (disclaimer):
Tulisan ini hanyalah sekedar pendapat penulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, oleh karenanya merupakan referensi tambahan saja. Seperti layaknya sebuah opini, pendapat penulis belum tentu akurat. Oleh karena itu, setiap keputusan beli (buy), tahan (hold), atau jual (sell) sepenuhnya berada pada masing-masing investor/trader. Dengan demikian masing-masing investor/trader bertanggung jawab
sepenuhnya atas keputusan yang dibuat/diambilnya. It’s your money, it’s your action, thus it is fully your own responsibility. Good luck!

Contact: Tweet to @LowFreqTrading

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s